Boy Band ?

Boy Band?

Oleh Milana Dwi Artha

Boy Band ? apa yang ada di benak kalian saat mendengar prase tersebut? Mungkin senang, kesel, bahkan jijik sekalipun. Hal itu berdasarkan perspektif pemikiran setiap individual. Hemm, berbicara mengenai Boy Band, remaja Indonesia saat ini sedang di gandrungi wabah Boy Band Korea, terutama para gadis remaja. Bukan hal yang biasa melihat sebagian dari mereka yang menonton drama hingga konser para idola mereka hingga menghabiskan  uang jutaan rupiah. Dan bagi mereka yang kurang beruntung untuk mendapatkan kesempatan itu, maka mereka akan mencari jalan lain untuk tetap menonton idola mereka. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Continue reading

Advertisements

Cerpen lomba Arung Jeram

KANVAS LAMA SUNGAI MANNA

Oleh Milana Dwi Artha

Sentuhan keras alam ingatkan

Berikan goresan hitam benak dalam

Ia kembali bukan datangan, bukan pula tamu Manna

Hanya saja anak dalam terenggut air putih nan  hitam

            Terukir abadi dalam kenangan, memoriam terekam, kehilangan menyakitkan. Bukan penyesalan datang, bukan pula hanya sekedar perjalanan dan pengetahuan, melainkan pelajaran membahayakan yang tak terlupakan. Kapan kau datang dan kapan kau menghilang?. Continue reading

contoh resensi narasi

Assalamu’alaikum,wr,wb. Hai hai hai milana mau share contoh resensi buku nih. Judul bukunya adalah Ayat- Ayat Cinta. Mungkin terdengar biasa, tapi kali ini resensi yang milana buat, menggunakan salah satu jenis resensi berbentuk narasi. Resensi ini merupakan resensi buku pertama yang milana buat,  sebenarnya resensi buku ini ialah tugas dari Ibu Mel, salah satu guru di SMA ku, tugas ini aku buat tahun lalu waktu di kelas X. ok langsung aja ya.

Check this out J

AYAT-AYAT CINTA

Oleh Milana Dwi Artha

Judul film                     : Ayat – Ayat Cinta

Tahun produksi           : 2006

Sutradara                    : Hanung Bramantyo Continue reading

Dengar

By Milana Dwi Artha

Metropolitan jagad raya menggema

meniti tali pribadi keji

Nurani memanggil saut berhenti

fatamorgana kian pasang

Tuntunan hidup merajalela

Hempasan gelombang tak pernah padam

Kami merinti……

air comberan telah terteguk

Menelan harap tak berujung asa

renkarnasi diharap pasti

Kami datang bumi berganti

satu lagi, my short story :)

HADIAH SEBUAH DEDIKASI

Oleh Milana Dwi Artha

Kemana…kemana…kemana kuharus mencari kemana…….

Ringtone itu menggema keseluruh bagian penjuru ruang sempit itu.

Nyes… lega yang kurasakan saat bunyi khas itu keluar dari perutku,  hal itulah yang aku tunggu selama satu minggu ini.

“Huft siapa sih yang mengganggu kenikmatan yang tak terhingga ini, sms itupun kubuka dengan tak sabar,,,,(sensor), lagi-lagi bunyi itu keluar.

“Oh tidak, hari ini waktunya metting DBL , aduh gimana nih,,,ayo cepat-cepat selesaikan ritual pagi ini.”

“Karen cepet keluar katanya kapten profesional” teriak mama

“Iya ma, bentar nanggung nih”

Sontak aku menyudahi ritualku pagi itu. Aku pun berangkat sekolah seraya memakan roti yang tanpa kuduga telah kadaluarsa, benar-benar nasib hariku yang dimulai dengan hal-hal tak layak pakai bahkan tak pantas daur ulang.

Oy ma men! What’up bro?” Continue reading

Contoh naskah :)

Kesulitan bikin naskah drama dan teater yang baim dan benar? Atau lagi bingung gimana cari inspirasi ide baru? Nah, ayo baca salah satu contoh naskah drama yang Milana bikin, judulnya  Cetarnya Dr. Emma, dijamin perut anda akan dikocok dengan gendre komedi yang pas buat kita-kita para remaja. Eits, jangan lupa ambil pembelajaran dari naskah ini, baik dalam cerita maupun metode penulisannya ya Ok …..:)

Check this out.

CETARNYA Dr. EMMA

Eleven Social (Laicos Nevele)

Adegan 1:

Pemain:

  1. Murod              : seorang siswa SMA beursia 17 tahun lima bulan
  2. Ray                  : salah satu sahabat Murod yang paling dekat dengan Murod dan merupakan anggota boy band “wrong direction”
  3. Al, Harry, Tio,             :  sahabat-sahabat Murod yang merupakan anggota boy band “wrong direction

Lampu:

  1. Lampu off
  2. Lampu on, lampu satu menyorot Murod yang sedang mengotak-atik kamera.
  3. Lampu dua(kanan) menyorot sahabat Murod yang baru datang.

Musik: Continue reading

My Poem :)

Ungkit Nama

 By Milana Dwi Artha

Tak pernah layu merangkai semu

Cita pernah melangkah sama

Fana berkisah angan kuncup hendak tinggi

Namun enggan lepas harap kebebasaan

Puas jajahi raga melantun garang

Panah hampa tak balas jua

Tak sampai enggan kembali pulang

Peninggal lama sembahkan tahta

Mereka pulang melambai bara

Tangan hempasan meruah

Walau itu tak pernah punah

merapuh lama tak bosan dia

ingatan dia tak cukup baginya

walau  terukir lama nama  duka

nisa belaka tak pernah tutup sejarah

 

 

My second cerpen

DESAIN DUNIA

By Milana Dwi Artha

Istikarah kembali menjadi pilihanku malam itu, berselimut pakaian suci dengan harap yang belum pasti, hidupku tak tentu arah meniti tali yang hampir mati mencari kain yang kuingin nyaris tak kutemui, fatamorgana itu kembali terulang ditengah butir suci itu terjatuh. Kuingat hari esok dimanakah akan ku berlabuh setelahku pergi.

Kusudahi malam gelap itu di ruang 3×5 m, kamar yang cukup bagi kami berlima untuk  bernaung selama tiga tahun di madrasah ini.

“tok…tok..tok.. Assalamu’alaikum ukhti anda di panggil oleh umi di mushollah”,

“Wa’laikumsalam,wr,wb syukron dik” Continue reading